Akhirnya kopdar merajut lagi hari Jum’at 30 Januari 2008 di wetiga. Pulang dari obgyn saya dan Yahyo meluncur ke Wetiga. Hujan yang mengguyur Jakarta sejak sore cukup membuat kopdar mulur dari waktunya. Tapi walau begitu tetap tidak menyurutkan semangat untuk bermain benang dan hook. Chic yang datang lebih dulu lengkap dengan Joey dan Vio…, belakangan Luki dan Bambam bergabung. Sayangnya Kania tidak bisa hadir, rasanya masih terjerat dengan kesibukannya seputar scripting.
Mulai merajut, Chic yang sudah mencoba sendiri tusuk sc dengan benang wool bulky (tebal) bingung harus dilanjutkan jadi apa. Akhirnya saya sarankan saja untuk dilipat, disatukan dibuat menjadi dompet, nanti tinggal pasang resleting. Saking bingung harus melanjutkannya, Chic buat rajutan baru dengan motif setengah kerang yang bertumpuk. Wah wah senangnya… ch, sc dan dc sudah lancar ditangan Chic. (applause)
Sedangkan Luki bikin kejutan!, setelah semalam (29 Januari 2009) sempat ketemu dan membahas rajutannya untuk dijadikan tas HP, malam itu kantong HP-nya sudah disambung, diisi sisa benang dan diberi pita darurat untuk menampilkan rencana bentuk akhirnya (applause). Wah, tinggal dikasih rajutan tali sekitar 20-25cm, jadi deh tas HP. Senang deh. Luki hanya saya paksa untuk membongkar sambungannya sedikit supaya lebih mudah untuk merapikannya
Lagi-lagi kopdar merajut ini diselingi dengan ketemu teman-teman baru dan sesi menghasut. Hihihi, menghasut teman-teman yang selalu ada saat kopdar di wetiga untuk ikutan merajut. Ternyata saya kenalan dengan Cya yang memang ingin merajut… lalu Zamroni dikipas-kipas untuk ikutan, gak lupa ndorokakung dikeroyok untuk ikut jadi angkatan ke-3, terlebih karena ada momon (Herman Saksono) yang juga tertarik pengen merajut. Oh ya ada Chika yang sebelum pulangpun sempat cerita dulu pernah belajar merajut dan rasanya tertarik lagi saat ini. Seru abis deh, gak berasa yang tadinya jam 21.00 bubar eh bertahan sampai 23.00.
PS: Oh ya, tadi Chic datang bersama teman kantornya yang jadi teman plurker saya juga, Tata … bla-bla belakangan baru ketahuan kalau Tata itu keponakannya teman SMA saya. Hayyah, dunia benar-benar sempit.



